El Nino Berpeluang 98 Persen, Kesiapsiagaan Harus Diperkuat

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendorong pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor menghadapi dampak El Nino 2026. Dalam keterangan yang disampaikan pada Senin (29/6/2026), BMKG menyebut fenomena El Nino telah memasuki kategori kuat dengan peluang mencapai 98 persen sehingga berpotensi memicu musim kemarau yang lebih kering di sejumlah wilayah […]

Continue Reading

BMKG Petakan Wilayah Berpotensi Terdampak El Nino 2026,

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena El Nino mulai berkembang pada pertengahan 2026 dan berpotensi memicu musim kemarau yang lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia. Peringatan tersebut disampaikan menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026. BMKG menyebut dampak El Nino diperkirakan paling terasa di wilayah yang […]

Continue Reading

Masyarakat Adat Dinilai Harus Jadi Subjek Utama Konservasi

Jakarta – Masyarakat adat dinilai harus diakui sebagai subjek utama dalam upaya konservasi, bukan sekadar pihak yang dilibatkan dalam pengelolaan kawasan lindung. Hal itu mengemuka dalam peluncuran Data Nasional Indigenous Peoples and Local Communities Conserved Areas and Territories (ICCAs) 2026 yang digelar pada Sabtu (28/6/2026). Working Group ICCAs Indonesia (WGII) menyebut masyarakat adat telah lama […]

Continue Reading

BRWA Soroti Lambatnya Pengakuan Wilayah Adat di Indonesia

Jakarta – Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) menyebut pengakuan hukum terhadap wilayah adat di Indonesia masih berjalan lambat meski masyarakat adat telah memetakan dan meregistrasi lebih dari 36,4 juta hektare wilayah adat hingga Maret 2026. Dalam siaran pers yang dirilis pada Sabtu (28/6/2026), BRWA menilai percepatan pengakuan wilayah adat menjadi langkah penting untuk melindungi hak […]

Continue Reading

Desak UU Kehutanan Diganti, Bukan Sekadar Direvisi

Padang – Koalisi RESET Kehutanan Regional Sumatera mendesak pemerintah dan DPR mengganti Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, bukan sekadar merevisinya. Desakan yang disampaikan pada Senin (29/6/2026) itu muncul karena revisi parsial dinilai tidak mampu menjawab persoalan mendasar tata kelola hutan, konflik agraria, hingga laju deforestasi yang terus meningkat. Koalisi menilai regulasi kehutanan saat […]

Continue Reading

Peran Penting Cemara Laut

Jakarta – Cemara laut (Casuarina equisetifolia) menjadi salah satu tanaman pesisir yang berperan penting dalam melindungi garis pantai dari abrasi, angin kencang, hingga intrusi air laut. Selain mampu tumbuh di kawasan berpasir dengan kadar garam tinggi, pohon ini juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan mendukung ketahanan wilayah pantai terhadap dampak perubahan iklim. Berbagai penelitian […]

Continue Reading

Phapros Manfaatkan Eco Enzyme untuk Jaga Kualitas Air di Semarang

Jakarta – PT Phapros Tbk menebar ribuan liter eco enzyme ke saluran air di kawasan Klenteng Sam Poo Kong, Semarang, pada Minggu (21/6/2026). Aksi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 perusahaan sekaligus sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pengurangan pencemaran air. Komisaris Utama Phapros, Alfi Novtriansyah Rustam, mengatakan pelepasan eco enzyme […]

Continue Reading

Citra Satelit Ungkap 10 Sumber Air Dunia yang Kian Menyusut

Jakarta – Citra satelit yang dianalisis Al Jazeera dan dipublikasikan pada Rabu (17/6/2026) menunjukkan 10 kawasan perairan di berbagai belahan dunia mengalami penyusutan drastis akibat kekeringan, perubahan iklim, dan aktivitas manusia. Fenomena yang dikenal sebagai continental drying itu membuat dunia kehilangan sekitar 324 triliun liter air tawar setiap tahun, setara kebutuhan air sekitar 280 juta orang. […]

Continue Reading

Food Estate Merauke: Ambisi Swasembada Pangan yang Memicu Perdebatan Besar di Papua

Jakarta – Di tengah kekhawatiran dunia terhadap ancaman krisis pangan global, Indonesia memilih langkah besar dengan membangun kawasan pangan skala raksasa di Papua Selatan. Melalui program Food Estate atau Lumbung Pangan Nasional, pemerintah menargetkan Merauke, Boven Digoel, dan Mappi sebagai pusat produksi pangan baru yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap […]

Continue Reading

Kelangkaan Kunang-kunang Indikator Menurunnya Kualitas Lingkungan

Jakarta – Populasi kunang-kunang semakin langka di Indonesia maupun dunia dan menjadi tanda menurunnya kualitas lingkungan. Dosen dan peneliti entomologi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Prof drh Upik Kesumawati Hadi, menyampaikan hal tersebut dalam keterangan yang dirilis pada Sabtu (20/6/2026). Prof Upik menjelaskan kunang-kunang merupakan bioindikator atau organisme yang keberadaannya dapat mencerminkan […]

Continue Reading