KLH Gandeng Korea Selatan Tekan Emisi Gas Metana

Berita Lingkungan Terkini

Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI bersama Korea Selatan dan Global Green Growth Institute (GGGI) meluncurkan proyek ASEAN-Korea Cooperation for Methane Mitigation (AKCMM) di Jakarta pada Kamis (21/5/2026).

Program kerja sama senilai 20 juta dolar AS atau sekitar Rp 353 miliar itu ditujukan untuk memperkuat pengurangan emisi gas metana dari sektor pengelolaan sampah di Indonesia dan kawasan ASEAN. Menteri Lingkungan Hidup M Jumhur Hidayat, M.Si. mengatakan gas metana memiliki dampak terhadap pemanasan global hingga 28-30 kali lebih besar dibanding karbon dioksida.

Pemerintah menilai penanganan sampah organik menjadi langkah penting karena sekitar 63 persen sampah di TPA Indonesia merupakan material organik dengan potensi emisi mencapai 21 juta ton CO₂. “Pengelolaan sampah bukan sekadar masalah kebersihan, melainkan pilar krusial dalam aksi iklim kita,” ujar Jumhur.

Duta Besar Korea untuk ASEAN Lee Chul menyebut proyek tersebut sebagai bentuk solidaritas regional dalam menghadapi krisis iklim. Sementara itu, GGGI menekankan pentingnya sistem pengukuran emisi dan pembiayaan hijau agar pengelolaan sampah lebih efektif dan berkelanjutan (Bayu Nanda).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *