Kemenpar Berencana Pasang 136 Mooring Buoy untuk Lindungi Raja Ampat

Berita Lingkungan Terkini

Jakarta – Kementerian Pariwisata berencana memasang 136 mooring buoy (pelampung tambat) di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya, sebagai langkah menjaga ekosistem laut sekaligus mempertahankan status UNESCO Global Geopark. Pemasangan fasilitas tersebut dilakukan untuk mengurangi kerusakan terumbu karang akibat jangkar kapal wisata yang selama ini banyak beroperasi di kawasan perairan Raja Ampat.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan bahwa aktivitas kapal wisata untuk diving menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam menjaga daya dukung lingkungan di Raja Ampat. Ia mengatakan, “Itu untuk menjaga sistem ekonomi dari terumbu karang di sana, karena sekarang itu banyak sekali kapal berlayar di sana untuk diving tapi jangkarnya di mana-mana,” usai Rakornas Pariwisata 2026 di Jakarta, Rabu (20/05/2026).

Selain persoalan terumbu karang, pemerintah juga menyoroti masalah sampah laut yang semakin meningkat. Pemerintah bersama pemda dan pelaku industri pariwisata kini menyiapkan strategi pengelolaan sampah agar tidak mencemari kawasan wisata. Widiyanti menegaskan status UNESCO Global Geopark bukan sekadar pengakuan internasional, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan Raja Ampat bagi generasi mendatang (Bayu Nanda).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *