Hasil Konservasi Sumatra Sambut 3 Kelahiran Satwa Langka

Satwa Terkini

Jakarta – Kabar baik datang dari dunia konservasi satwa Indonesia. Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, dua bayi gajah sumatra lahir di lokasi konservasi dan satu bayi orangutan sumatra terpantau lahir di habitat alaminya sebagai bagian dari upaya pelestarian satwa langka.

Seekor anak gajah sumatra berjenis kelamin betina lahir dari induk bernama Ria di Camp Elephants Flying Squad, Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. Bayi gajah tersebut ditemukan dalam kondisi sehat oleh pawang gajah Erwin Daulay pada Senin (10/6). Sementara itu, Taman Satwa Lembah Hijau di Lampung juga menyambut kelahiran anak gajah betina bernama Rut pada Kamis (5/6) dari pasangan gajah Aris dan Mega.

“Untuk memastikan kesehatan keduanya tetap terjaga,” ujar Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo Heru Sutmatoro mengenai pemantauan intensif terhadap induk gajah Ria dan anaknya. Kelahiran ini menambah jumlah gajah di Camp Elephants Flying Squad menjadi delapan ekor dan menjadi anak kelima yang dilahirkan Ria hasil perkawinan dengan gajah liar.

Selain kelahiran dua bayi gajah, dunia konservasi juga menyambut kehadiran bayi orangutan sumatra bernama Badar di Cagar Alam Jantho, Aceh Besar. Bayi orangutan jantan tersebut terpantau bersama induknya, Bulan, pada 22 Mei 2026. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut kelahiran Badar sebagai bukti keberhasilan perlindungan habitat dan program rehabilitasi satwa liar. “Kelahiran ini sebagai bukti bahwa melalui perlindungan habitat yang konsisten, kita mampu memulihkan satwa endemik yang terancam punah,” kata Raja Juli. (Bayu Nanda).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *