Jumhur Dorong Industri Terapkan Teknologi Bersih dan Ekonomi Sirkular

Berita Lingkungan Terkini

Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menegaskan penerapan teknologi bersih dan ekonomi sirkular menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan sektor industri, termasuk pertambangan. Pernyataan itu disampaikan saat membuka International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (Indo Envirotech) 2026 pada Senin (15/6/2026).

Jumhur mengatakan dunia usaha memiliki peran strategis dalam menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, penerapan teknologi bersih dapat membantu perusahaan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan mempercepat penerapan ekonomi sirkular di berbagai sektor industri.

“Dunia usaha memiliki peran penting dalam menerapkan teknologi bersih, meningkatkan kepatuhan lingkungan, dan mempercepat ekonomi sirkular,” ujar Jumhur dalam keterangannya, Senin (15/6/2026). Ia menambahkan, teknologi harus mampu menjadi solusi nyata dalam membantu industri memenuhi kewajiban pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Sejumlah perusahaan tambang nasional juga mulai menerapkan konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melalui Program Bank Sampah Pintar berhasil mengelola sekitar 63 ton sampah anorganik sepanjang 2025. Sementara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memanfaatkan lahan bekas tambang melalui Program Bara Agro Sirkular, dan PT Freeport Indonesia mengolah limbah konstruksi menjadi produk bernilai guna melalui Pusat Transformasi Bersama di Gresik, Jawa Timur (Bayu Nanda).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *