Perubahan Iklim Picu Hilangnya Pekerjaan Perempuan Pesisir

Perubahan Iklim Terkini

Jakarta – Studi yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap perubahan iklim menyebabkan perempuan di wilayah pesisir kehilangan pekerjaan, sementara sebagian anak terpaksa ikut bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Temuan tersebut disampaikan dalam diskusi hasil riset Climate Change, Labour, and Migration in Indonesia pada Rabu (17/6).

Penelitian yang dilakukan bersama Universitas Diponegoro dan Griffith University pada 2023-2025 itu mencakup wilayah DKI Jakarta, Pekalongan, Semarang, dan Demak. Hasilnya menunjukkan relokasi dan migrasi akibat banjir yang dipicu perubahan iklim menyebabkan banyak perempuan kehilangan mata pencaharian, terutama di kawasan pesisir Semarang. Kondisi ekonomi keluarga yang memburuk juga meningkatkan risiko stunting, pernikahan dini, serta pekerja anak.

“Untuk perempuan, sebetulnya untuk perubahan iklim terutama di Semarang dampaknya misalnya kalau pabrik-pabrik relokasi ke selain Semarang mereka jadi kehilangan mata pencaharian,” kata Peneliti BRIN, Laely Nurhidayah, dalam diskusi yang digelar Rabu (17/6).

Studi tersebut juga menemukan sebanyak 44,8 persen anak bekerja setidaknya satu jam per minggu, sementara sebagian lainnya bekerja melebihi batas jam kerja yang direkomendasikan. Para peneliti mendorong pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi dampak sosial perubahan iklim (Bayu Nanda).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *