Jakarta – Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Prof. Dr. Mochammad Riyanto, S.Pi., M.Si. Mengembangkan teknologi lampu LED berbasis perilaku ikan untuk meningkatkan efisiensi penangkapan sekaligus mengurangi dampak ekologis di sektor perikanan tangkap. Inovasi tersebut dipaparkan dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University pada Sabtu (23/5/2026).
Teknologi itu memanfaatkan pendekatan etologi ikan dengan mempelajari respons ikan terhadap cahaya, pola migrasi, dan kebiasaan makan guna menciptakan alat tangkap yang lebih selektif. Riyanto menjelaskan penggunaan lampu LED hijau yang dipadukan dengan baterai air laut mampu meningkatkan produktivitas penangkapan sekaligus mengurangi tangkapan sampingan atau bycatch. “Pendekatan ini memungkinkan perencanaan alat tangkap yang lebih selektif untuk mengurangi tangkapan sampingan (bycatch),” ujar Riyanto.
Dalam pengujian, lampu LED hijau pada jaring insang disebut mampu mengurangi tangkapan penyu hingga 60 persen tanpa mengurangi hasil tangkapan utama, sementara lampu LED merah dapat menekan tangkapan mimi laut hingga 63 persen dan hiu hingga 64 persen.
Riyanto menilai inovasi tersebut penting di tengah meningkatnya tekanan terhadap sektor perikanan Indonesia akibat over exploited, perubahan iklim, degradasi habitat, dan praktik penangkapan ilegal. Ia menegaskan pengelolaan perikanan ke depan perlu beralih ke pendekatan berbasis perilaku spesies dan dampak ekologi agar keberlanjutan sumber daya laut tetap terjaga tanpa mengabaikan kesejahteraan nelayan kecil.

