Jakarta – Pemerintah Indonesia bersama Global Green Growth Institute (GGGI) meresmikan Program Kemitraan Green Indonesia Future Initiative (GIFT) sebagai upaya mempercepat implementasi ekonomi hijau melalui penguatan kebijakan, pengembangan proyek, dan mobilisasi investasi. Peresmian program dilakukan di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), pada Kamis (4/6/2026).
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan ekonomi hijau menjadi salah satu pengungkit utama transformasi ekonomi nasional sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendukung penurunan emisi gas rumah kaca secara signifikan.
“Ekonomi hijau bukan lagi agenda lingkungan semata, melainkan jangkar daya saing bangsa. GIFT akan menjadi jembatan dinamis yang mengubah visi menjadi implementasi dan menyelaraskan kepentingan nasional dengan peluang investasi hijau global,” kata Rachmat. Ia menyebut ekonomi hijau berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 6-7 persen per tahun, menciptakan sekitar 1,2 juta lapangan kerja hijau setiap tahun hingga 2045, serta menurunkan emisi hingga 33 juta ton karbon dioksida ekuivalen (Bayu Nanda).

