Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menemukan dan mengidentifikasi 1.583 spesies baru di Indonesia sepanjang 1967 hingga 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 712 spesies merupakan flora, sementara dalam periode 2025 hingga awal 2026 tercatat 29 jenis flora baru berhasil dideskripsikan secara ilmiah.
Kepala BRIN Arif Satria, mengatakan spesies baru yang ditemukan berasal dari berbagai kelompok tumbuhan, mulai dari Rafflesia, Begonia, Homalomena, Rhododendron, Nepenthes, hingga anggrek yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, temuan tersebut menunjukkan Indonesia masih menyimpan potensi biodiversitas yang sangat besar dan belum sepenuhnya terungkap.
“Penemuan spesies baru tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan dedikasi para peneliti, kerja lapangan yang berat, serta dukungan riset yang berkelanjutan,” kata Arif dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).
Arif menambahkan, penemuan spesies baru bukan sekadar capaian akademik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, riset biodiversitas perlu menjadi agenda strategis nasional mengingat banyak spesies terancam punah akibat perubahan penggunaan lahan, perubahan iklim, polusi, hingga eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan.

