Jakarta – UNICEF mengungkapkan sekitar 1,1 miliar anak di dunia saat ini menghadapi sedikitnya tiga ancaman iklim yang terjadi secara bersamaan. Temuan dalam Laporan Risiko Iklim Anak Tahun 2026 yang dipublikasikan pada Senin (15/6) itu menunjukkan krisis iklim semakin mengancam kesehatan, pendidikan, dan keselamatan anak-anak.
Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, mengatakan dampak gelombang panas, kebakaran hutan, kekeringan, dan banjir terus mengganggu kehidupan anak-anak di berbagai belahan dunia. Berdasarkan laporan tersebut, hampir seluruh anak di dunia kini terpapar setidaknya satu bahaya iklim, sementara lebih dari empat juta anak menghadapi hingga enam ancaman iklim sekaligus.
“Kehidupan anak-anak terus terguncang akibat dampak gelombang panas, kebakaran hutan, kekeringan, dan banjir. Setengah dari jumlah anak-anak di dunia kini hidup dengan setidaknya tiga ancaman iklim tersebut sekaligus yang memengaruhi kehidupan mereka sehari-hari,” kata Catherine Russell, dikutip dari laman resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin (15/6).
Laporan tersebut juga mencatat polusi udara kini memengaruhi hampir setiap anak di dunia, sementara satu miliar anak lainnya berisiko terpapar malaria akibat dampak perubahan iklim. UNICEF mendesak pemerintah dan berbagai pihak untuk segera mengurangi emisi gas rumah kaca, memperkuat fasilitas sosial seperti sekolah dan layanan kesehatan, serta melibatkan anak-anak dalam upaya menghadapi krisis iklim.

