Studi Ungkap Sistem Pertanian Adat Amazon Jaga Hutan Selama 4.500 Tahun

Hutan Terkini

Jakarta – Penelitian terbaru menyoroti sistem pertanian tradisional masyarakat adat Amazon yang dinilai mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Temuan tersebut kembali mendapat perhatian setelah diberitakan BBC pada Kamis (18/6/2026) dan didukung sejumlah studi ilmiah mengenai keberlanjutan pertanian adat di kawasan Amazon.

Penelitian yang dipimpin Marco Heredia-R dan diterbitkan dalam jurnal Agronomy pada 2020 menemukan sistem pertanian chagra atau chakra memiliki kinerja tinggi dalam penggunaan lahan, pengelolaan air, ketahanan iklim, serta pelestarian keanekaragaman hayati. Studi yang melibatkan 133 keluarga masyarakat Kichwa di Cagar Biosfer Yasuní, Ekuador, menunjukkan sistem tersebut mampu menghasilkan pangan tanpa mengandalkan pupuk kimia maupun pestisida.

Alih-alih mengubah hutan menjadi lahan permanen, masyarakat adat hanya memanfaatkan lahan selama lima hingga enam tahun sebelum membiarkannya kembali menjadi hutan. Penelitian juga menemukan sekitar setengah spesies pohon asli tetap dipertahankan saat pembukaan lahan sehingga kemampuan menyimpan karbon dan menjaga biodiversitas tetap terjaga.

“Setiap benih memiliki asal-usul mitologis dan teknologi yang menentukan tempatnya di chagra,” kata antropolog Juan Felipe Guhl. Meski dinilai sebagai salah satu model pertanian berkelanjutan, sistem ini menghadapi berbagai ancaman seperti perubahan iklim, deforestasi, penambangan emas, serta tekanan ekonomi modern yang mendorong perubahan penggunaan lahan di wilayah Amazon (Bayu Nanda).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *