London Batalkan Forum Gelombang Panas

Perubahan Iklim Terkini

Jakarta – Gelombang panas ekstrem yang melanda Inggris memaksa penyelenggara membatalkan forum internasional bertajuk Extreme Heat: Improving Governance and Strengthening Action Around the World yang digelar di London School of Economics (LSE) pada Rabu (17/6/2026). Ironisnya, forum yang membahas strategi menghadapi cuaca panas ekstrem itu dibatalkan karena suhu di London diperkirakan mencapai 37 derajat Celsius.

Penyelenggara dari Zurich Climate Resilience Alliance menjelaskan gedung tempat acara berlangsung tidak memiliki sistem pendingin, seperti kebanyakan bangunan di London. Demi menjaga keselamatan peserta, acara dibatalkan setelah Met Office mengeluarkan peringatan merah gelombang panas yang berlaku hingga Kamis (18/6/2026). Menurut penyelenggara, dampak cuaca panas ekstrem di masa depan sangat bergantung pada upaya mitigasi perubahan iklim, tata kelola kota, serta kesiapan pemerintah dalam menghadapi risiko tersebut.

“Besarnya dampak gelombang panas di masa depan akan sangat bergantung pada upaya mitigasi global, tata kelola risiko panas di tingkat lokal, dan rencana respons yang efektif,” ujar juru bicara Zurich Climate Resilience Alliance.

Gelombang panas tersebut juga mengganggu aktivitas masyarakat di Inggris. Ratusan sekolah di London dan wilayah selatan Inggris ditutup, sementara Transport for London memperingatkan potensi gangguan pada layanan kereta bawah tanah, London Overground, dan Elizabeth Line akibat suhu tinggi yang dapat merusak rel, kabel listrik, serta sistem persinyalan. Network Rail bahkan mengimbau masyarakat hanya melakukan perjalanan jika benar-benar diperlukan dan tetap menjaga kecukupan cairan selama cuaca panas ekstrem berlangsung (Bayu Nanda).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *