Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI resmi membuka Basic Training on Forest Fire Suppression atau Pelatihan Dasar Pemadaman Kebakaran Hutan di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pada Senin (8/6/2026). Pelatihan ini digelar untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat pada pertengahan tahun 2026.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi kerja sama strategis antara Kemenhut dan Korea Forest Service (KFS) dalam memperkuat kapasitas pencegahan karhutla. Menurutnya, kolaborasi lintas negara dan sektor swasta menjadi langkah penting untuk memperkuat kesiapsiagaan di wilayah konsesi. “Langkah taktis ini merupakan buah sinergi lintas negara dan sektor swasta yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pencegahan karhutla langsung dari hulu,” ujar Ristianto.
Mewakili Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Kepala Subdirektorat Pencegahan Kebakaran Hutan M. Hariyanto menyebut pelatihan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan pengendalian emisi gas rumah kaca melalui program Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Pelatihan yang berlangsung hingga 10 Juni 2026 itu diikuti 25 personel pemadam kebakaran dari PT Prime Agri Resources (PAR) dan PT Bio Inti Agrindo (BIA), dengan dukungan Korea-Indonesia Forest Cooperation Center (KIFC) (Bayu Nanda).

