Ekspedisi Angola Ungkap Spesies Baru Langka

Satwa Terkini

Jakarta – Ekspedisi ilmiah di Dataran Tinggi Lisima, Angola timur, menemukan seekor laba-laba biru yang dapat memancarkan cahaya saat terkena sinar ultraviolet. Temuan yang diumumkan pada Senin (8/6/2026) itu menjadi salah satu hasil paling menarik dari penelitian yang mengungkap puluhan spesies yang diduga baru bagi ilmu pengetahuan.

Ekspedisi bertajuk Cassai Life Atlas tersebut dilakukan pada Februari 2026 dan dipimpin oleh The Wilderness Project dengan melibatkan 16 ilmuwan dari berbagai negara Afrika serta peneliti internasional. Selain laba-laba kepiting bermahkota yang berpendar biru di bawah sinar ultraviolet, tim peneliti juga menemukan laba-laba penenun jaring yang mampu meniru penampilan kumbang beracun untuk menghindari predator.

Survei yang dilakukan para ilmuwan turut mendokumentasikan 103 spesies capung dan damselfly, dengan delapan di antaranya diyakini belum pernah tercatat sebelumnya oleh dunia ilmu pengetahuan. Peneliti juga menemukan delapan spesies ngengat yang diduga baru, serta sejumlah spesies belalang, jangkrik, dan serangga lain yang masih dalam proses identifikasi.

Pemimpin ekspedisi, Rob Taylor, mengatakan temuan tersebut menunjukkan pentingnya Dataran Tinggi Lisima sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati di Afrika. “Dalam jangka panjang, kami berharap temuan ini mendukung perlindungan yang lebih kuat untuk dataran tinggi tersebut,” kata Taylor.

Para peneliti menilai kekayaan hayati di kawasan tersebut dapat bertahan karena Dataran Tinggi Lisima relatif belum tersentuh aktivitas manusia. Tim ilmuwan kini masih melanjutkan analisis berbagai spesimen yang ditemukan untuk memastikan status ilmiah masing-masing spesies dan memahami peran ekologisnya di alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *