Jakarta – PT Integrated Healthcare Indonesia (IHI) mulai memanfaatkan energi surya untuk mendukung operasional manufakturnya di Jakarta Timur melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) On Grid berkapasitas 777,98 kWp sejak Februari 2026. Langkah ini dilakukan perusahaan sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi energi jangka panjang.
Presiden Direktur PT Integrated Healthcare Indonesia, Teerasak Lueuwirat, mengatakan industri layanan kesehatan membutuhkan pasokan energi yang stabil karena aktivitas produksi, laboratorium, sistem pendingin, hingga pengolahan air harus berjalan secara konsisten untuk menjaga kualitas produk. Menurutnya, transisi energi di sektor kesehatan memerlukan solusi yang mampu menjaga keandalan operasional sekaligus mendukung target keberlanjutan perusahaan.
“Transisi energi di sektor healthcare membutuhkan solusi yang mampu menjaga reliability operasional sekaligus mendukung target keberlanjutan perusahaan,” kata Teerasak Lueuwirat dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).
PLTS yang terpasang di fasilitas IHI diproyeksikan menghasilkan energi sebesar 1.012.503 kWh per tahun dan mampu mengurangi emisi karbon hingga 787,73 ton CO2 per tahun atau setara dengan penanaman lebih dari 13.000 pohon. Selain mendukung pengurangan emisi, pemanfaatan energi surya juga membantu perusahaan mengendalikan biaya energi dan mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga energi konvensional.

