Bappenas Gandeng GGGI Dorong Ekonomi Hijau

Berita Lingkungan Terkini

Jakarta – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan melanjutkan kemitraan pembangunan ekonomi hijau dengan Global Green Growth Institute (GGGI) melalui program Green Indonesia Future Initiative (GIFT). Program tersebut menargetkan investasi senilai US$2 miliar atau sekitar Rp35,6 triliun untuk mendukung berbagai proyek ekonomi hijau di Indonesia.

Kemitraan ini menjadi kelanjutan dari Green Growth Program (GGP) yang telah berjalan sejak 2013 hingga 2025. Jika GGP berfokus pada penyusunan kebijakan dan fondasi pembangunan hijau, GIFT akan lebih menitikberatkan pada implementasi program dan penggalangan investasi untuk proyek-proyek berkelanjutan.

Direktur Lingkungan Hidup Bappenas Nizhar Marizi mengatakan implementasi GIFT akan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. “Tentu kami ambil yang paling relevan dan bisa mendukung target yang kita miliki dalam RPJMN maupun RPJPN,” kata Nizhar dalam Media Briefing di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Country Representative GGGI Indonesia Rowan Fraser menjelaskan program GIFT akan difokuskan pada empat sektor utama, yakni perkotaan dan industri, energi, daratan dan lautan, serta investasi dan pasar. Pada sektor perkotaan, GGGI akan mendukung pengembangan transportasi berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan kawasan industri hijau, termasuk pengembangan fasilitas bus listrik di Denpasar dan Badung yang ditargetkan rampung pada 2027.

Di sektor energi, kemitraan ini akan membantu percepatan pemanfaatan energi terbarukan serta efisiensi energi di sektor bangunan dan industri. Selain itu, GIFT juga akan mendukung pengembangan ekonomi biru melalui rehabilitasi mangrove, pengelolaan kawasan pesisir, budidaya perairan, hingga pengembangan sektor rumput laut.

“Kami juga fokus untuk efisiensi energi, mencakup pengurangan konsumsi energi, khususnya di sektor utama seperti bangunan dan industri,” ujar Rowan. Selain mendukung transisi energi dan pembangunan rendah karbon, program ini juga diharapkan dapat memperkuat pasar karbon, pembiayaan iklim, serta membantu pengembangan startup lokal yang bergerak di bidang lingkungan dan perubahan iklim (Bayu Nanda).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *