Pantai Tanjung Kartika Terancam Hilang akibat Ekspansi Tambang

Berita Lingkungan Terkini

Jakarta – Pantai Tanjung Kartika di pesisir Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menjadi sorotan usai beredarnya video yang memperlihatkan kerusakan alam di kawasan tersebut akibat aktivitas pertambangan batu kapur. Kawasan yang dikenal sebagai “Raja Ampat kecil” itu sebelumnya dipromosikan sebagai destinasi wisata alam oleh Kementerian Pariwisata.

Berdasarkan citra satelit Google Earth, kawasan pesisir Tanjung Kartika mengalami perubahan drastis dalam 12 tahun terakhir. Area yang sebelumnya masih tertutup vegetasi pada 2012-2013 mulai mengalami pembukaan lahan secara agresif sejak 2014 hingga merangsek ke kawasan inti pantai mulai 2020.

Peta One Map Minerba menunjukkan Konawe Selatan dikepung aktivitas pertambangan batu kapur yang menjadi bahan baku industri semen dan kebutuhan industri nikel. Pemerintah tercatat memberikan izin usaha pertambangan kepada PT Citra Khusuma Sultra di kawasan inti Pantai Tanjung Kartika dengan luas total 122 hektare yang berlaku hingga 2030.

Selain itu, terdapat PT Hoffmen Energi Perkasa dan PT Ramadhan Moramo Raya yang juga memegang izin pertambangan di kawasan tersebut. Berdasarkan RTRW Kabupaten Konawe Selatan 2020-2040, kawasan Pantai Tanjung Kartika bahkan tumpang tindih peruntukannya untuk budidaya perikanan, pariwisata, dan pertambangan. (Bayu Nanda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *