Jakarta – Para ilmuwan dari California Institute of Technology (Caltech) akan membangun teleskop radio raksasa bernama Deep Synoptic Array (DSA) di gurun Nevada, Amerika Serikat. Proyek yang diumumkan pada pertengahan Juni 2026 itu akan menggunakan 1.650 antena radio untuk memetakan alam semesta dengan kecepatan hingga 100 kali lebih cepat dibanding teleskop radio yang ada saat ini.
DSA akan dibangun di lembah terpencil Nevada yang minim gangguan sinyal radio. Ribuan antena berdiameter sekitar 6 meter akan bekerja secara bersamaan layaknya satu teleskop raksasa. Menurut tim peneliti, proyek senilai sekitar 200 juta dolar AS tersebut ditargetkan selesai pada 2029 dan mampu menemukan sekitar 1 miliar sumber radio baru di alam semesta.
Peneliti utama DSA, Gregg Hallinan, mengatakan teleskop ini akan memindai seluruh langit yang terlihat beberapa kali dalam lima tahun pertama operasinya. “Sementara seluruh teleskop radio lain sejauh ini menemukan sekitar 20 juta sumber radio, DSA akan menyamai jumlah itu hanya dalam hari pertama pengamatan,” ujarnya.
Selain mencari galaksi dan bintang baru, DSA akan digunakan untuk mempelajari fenomena misterius seperti ledakan radio cepat (Fast Radio Bursts/FRB), pulsar, lubang hitam, hingga struktur alam semesta. Sistem superkomputer berbasis GPU akan mengolah data secara real-time sehingga hasil pengamatan dapat langsung diakses komunitas astronomi dunia.
Para ilmuwan meyakini teleskop ini akan membuka era baru astronomi radio. Dengan kemampuan menangkap lebih dari 100.000 ledakan radio cepat dan puluhan ribu pulsar baru, DSA diharapkan dapat membantu menjawab berbagai misteri kosmik yang selama ini belum terpecahkan, termasuk asal-usul galaksi dan sifat materi gelap di alam semesta.

