Jakarta – Badan Energi Atom Internasional (IAEA) akan mulai meninjau kesiapan Singapura dalam mengadopsi energi nuklir pada 2027. Pemerintah Singapura menegaskan akan mengikuti hasil kajian tersebut, termasuk jika kesimpulannya menyatakan energi nuklir belum layak diterapkan di negara kota tersebut.
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengatakan keselamatan akan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan terkait energi nuklir. Menurutnya, sebagai negara yang kecil dan padat penduduk, Singapura tidak memiliki ruang untuk kesalahan sehingga harus memastikan teknologi, regulasi, keamanan, tanggap darurat, hingga pengelolaan limbah telah memenuhi standar yang ketat.
“Keselamatan akan selalu menjadi prioritas utama kami. Kita harus yakin bukan hanya pada teknologi itu sendiri, tetapi juga pada seluruh ekosistem pendukung di sekitarnya,” ujar Wong seperti dikutip CNA, Senin (1/6/2026).
Singapura telah mempelajari potensi energi nuklir selama lebih dari satu dekade dan mendirikan Institut Penelitian dan Keselamatan Nuklir Singapura pada 2025. Pemerintah menilai tenaga nuklir berpotensi mendukung target net zero emission 2050 sekaligus memperkuat ketahanan energi di tengah keterbatasan lahan dan ketergantungan pada impor gas alam. (Bayu Nanda)

