TN Kutai Perkuat Perlindungan Enam Flora Kunci Kalimantan

Hutan Terkini

Jakarta – Balai Taman Nasional Kutai (TNK) terus memperkuat upaya pelestarian hutan hujan tropis dengan melindungi sedikitnya enam flora kunci di kawasan seluas 193.753 hektare di Kalimantan Timur. Langkah konservasi tersebut disampaikan Kepala Balai TNK Syaiful Bahri di Kutai Timur, Sabtu (13/6/2026).

Syaiful mengatakan perlindungan habitat alami, pengendalian penebangan liar, serta rehabilitasi hutan menjadi strategi utama untuk menjaga kelestarian flora khas Kalimantan. Enam flora yang menjadi fokus perlindungan meliputi pasak bumi (Eurycoma longifolia), ulin atau kayu besi (Eusideroxylon zwageri), bendang (Borassodendron borneense), meranti (Shorea spp), anggrek hitam (Coelogyne pandurata), serta ekosistem mangrove di kawasan pesisir.

“Perlindungan habitat alami, pengendalian penebangan liar, serta program rehabilitasi hutan menjadi prioritas utama kami agar keberadaan tanaman khas ini tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Syaiful.

Menurutnya, flora tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan hujan tropis. Selain melindungi pohon ulin dan meranti dari ancaman eksploitasi dan alih fungsi lahan, TNK juga melakukan patroli rutin untuk menjaga kelestarian anggrek hitam serta mendorong budidaya pasak bumi guna mengurangi tekanan pemanfaatan langsung dari alam. Saat ini, Taman Nasional Kutai menjadi habitat bagi 1.302 jenis flora dari 118 famili, termasuk 15 spesies endemik Kalimantan (Bayu Nanda).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *