Jakarta – Hari Laut Sedunia atau World Oceans Day diperingati pada Senin (8/6/2026) sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran global terhadap pentingnya menjaga laut dan ekosistemnya. Tahun ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengangkat tema “Kawasan Lindung Laut yang Kuat untuk Planet Biru Kita” guna mendorong perlindungan laut secara berkelanjutan.
Melalui kampanye tersebut, PBB melanjutkan target perlindungan 30 persen wilayah daratan, perairan, dan samudra dunia pada 2030 atau dikenal sebagai aturan 30×30. Organisasi itu menegaskan bahwa lautan memiliki peran penting dalam mengatur iklim, menjaga keanekaragaman hayati, serta menopang kehidupan miliaran manusia di seluruh dunia.
PBB mencatat lautan menutupi sekitar 70 persen permukaan bumi, menghasilkan 50 persen oksigen dunia, dan menjadi sumber protein utama bagi lebih dari satu miliar orang. Namun, kondisi ekosistem laut terus menghadapi tekanan akibat penangkapan ikan berlebihan, pencemaran, dan kerusakan terumbu karang.
“Dengan 90 persen populasi ikan besar telah berkurang dan 50 persen terumbu karang hancur, kita mengambil lebih banyak dari laut daripada yang dapat dipulihkan,” tulis PBB dalam keterangannya. Karena itu, pembentukan Kawasan Lindung Laut dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut bagi generasi mendatang.

