GRI Ungkap Tren Baru Sustainability Report di ASEAN

Riset Terkini

Jakarta – Global Reporting Initiative (GRI) menyebut negara-negara di kawasan ASEAN mulai menerapkan standar global dalam penyusunan laporan keberlanjutan atau sustainability report. Tren tersebut mulai diterapkan di Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, hingga Indonesia dalam pelaporan risiko perubahan iklim terhadap kondisi keuangan perusahaan.

Program Manager ASEAN GRI, Lany Harijanti, mengatakan korporasi di kawasan ASEAN kini mengarah pada pendekatan financial impact materiality dalam laporan keberlanjutan mereka. Menurut dia, Indonesia saat ini tengah menyelesaikan regulasi yang akan mengadopsi standar global melalui Pernyataan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan PSPK 2 yang merupakan adaptasi dari International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan IFRS S2.

“Trennya memang menuju adopsi dari global standard untuk sustainable reporting yang lebih baik kualitas keseluruhannya,” ujar Lany ditemui usai diskusi Ngariung Spesial IS2P x GRI di Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).

Lany menambahkan, perusahaan tidak hanya diminta melaporkan dampak operasional terhadap lingkungan dan sosial, tetapi juga mengungkap berbagai risiko keberlanjutan yang berpotensi memengaruhi bisnis jangka panjang. Menurut dia, laporan keberlanjutan harus menjadi instrumen perusahaan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, dinamika geopolitik, hingga transisi energi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *