Jakarta – Greenpeace Indonesia bersama River Cleanup Indonesia, menyoroti ancaman pencemaran mikroplastik dalam diskusi lingkungan bertajuk Invisible Threat of Microplastics di Bandung, Sabtu (23/5). Mikroplastik disebut tidak hanya mencemari sungai dan lingkungan, tetapi juga mulai mengancam kesehatan manusia.
Dalam diskusi tersebut, para aktivis lingkungan dan komunitas peduli sungai mengungkap tingginya pencemaran sampah plastik di sejumlah aliran sungai di Bandung. Sampah plastik yang terurai menjadi partikel mikroplastik dinilai berbahaya karena dapat masuk ke rantai makanan, mencemari sumber air, hingga ditemukan dalam tubuh manusia.
Campaigner Greenpeace Indonesia Afdillah mengatakan pencemaran mikroplastik menjadi ancaman serius karena dampaknya tidak langsung terlihat masyarakat. “Mikroplastik kini tidak hanya mencemari sungai, tetapi juga mengancam kesehatan manusia,” ujar Afdillah dalam diskusi tersebut, Sabtu (23/5).
Sementara itu, River Cleanup Indonesia menilai persoalan sampah plastik di perkotaan masih sulit dikendalikan akibat tingginya penggunaan plastik sekali pakai dan rendahnya pengelolaan sampah. Greenpeace mendorong pemerintah memperkuat kebijakan pengurangan plastik sekali pakai serta meningkatkan edukasi lingkungan kepada masyarakat agar pencemaran tidak semakin meluas.

