Kapasitas PLTU Indonesia Naik 7 Persen di Tengah Target Transisi Energi

Energi Terkini

Jakarta – Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Indonesia meningkat 4 gigawatt (GW) atau naik 7 persen sepanjang 2025. Berdasarkan laporan Boom and Bust Coal 2026 dari Global Energy Monitor (GEM), Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan kapasitas PLTU terbesar ketiga di dunia setelah China dan India.

Laporan tersebut menyebut peningkatan kapasitas PLTU di Indonesia didorong oleh kebutuhan industri smelter di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara, terutama untuk pengolahan nikel dan aluminium. Sekitar seperempat tambahan kapasitas berasal dari PLTU captive yang digunakan khusus untuk kawasan industri.

Peneliti Senior Global Coal Plant Tracker GEM Lucy Hummer, menilai komitmen iklim Indonesia belum sepenuhnya tercermin dalam kebijakan energi nasional. “Kesenjangan ini terutama terlihat pada lambatnya adopsi energi terbarukan,” ujar Lucy. Di sisi lain, kapasitas PLTS atap Indonesia hingga akhir 2025 baru mencapai 479 megawatt dari target 870 megawatt, sementara total kapasitas PLTU nasional telah mencapai 60,7 GW.

Direktur Eksekutif CERAH Agung Budiono mengatakan pertumbuhan PLTU captive menjadi alarm bagi komitmen transisi energi Indonesia. Menurutnya, kebijakan energi nasional masih membuka peluang pembangunan pembangkit berbasis batu bara meski pemerintah menargetkan net zero emission pada 2060 dan transisi menuju energi terbarukan. “Kondisi ini justru menciptakan paradoks di mana pembangunan PLTU terus difasilitasi ketika komitmen transisi energi terus digaungkan pemerintah,” kata Agung. (Bayu Nanda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *