Limbah Pertanian di PALI Kini Kurangi Emisi dan Tingkatkan Pendapatan

Berita Lingkungan Terkini

Jakarta – Petani di Desa Pengabuan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, mulai memanfaatkan limbah jerami padi yang sebelumnya hanya dibakar setelah panen. Melalui program Pertanian Mandiri Desa Tangguh (PERMATA) yang dijalankan PT Pertamina EP Adera Field sejak 2025, jerami kini diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti briket dan wadah ramah lingkungan pengganti plastik sekali pakai.

Program ini hadir setelah adanya pemetaan sosial terkait keresahan petani terhadap limbah jerami yang selama bertahun-tahun menjadi sumber pencemaran udara.  Sebanyak 60 petani yang tergabung dalam sejumlah kelompok tani mendapat pelatihan produksi sekaligus pendampingan pengelolaan usaha, mulai dari pengemasan hingga strategi pemasaran.

Dampaknya, rata-rata pendapatan petani meningkat dari sekitar Rp 1,7 juta menjadi Rp 3,9 juta per bulan. Selain meningkatkan ekonomi masyarakat, program ini juga diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon hingga 18 ton CO2 per tahun. Sarbeni, salah satu petani setempat, mengatakan, “Jerami yang dulu cuma jadi sampah ternyata bisa bawa berkah. Ngebulnya enggak lagi di sawah, alhamdulillah ngebulnya di dapur karena pemasukan bertambah,” Rabu (20/5/2026). Pertamina berharap program tersebut dapat mendorong kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan berkelanjutan (Bayu Nanda).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *