Polusi Batu Bara Turunkan Efisiensi Panel Surya Global

Berita Lingkungan

Jakarta – Penelitian yang dipimpin University of Oxford dan University College London (UCL) mengungkap bahwa polusi dari pembangkit listrik tenaga batu bara berdampak langsung terhadap penurunan efisiensi panel surya di berbagai negara. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Sustainability pada 15 Mei 2026 itu menunjukkan bahwa partikel aerosol dari pembakaran batu bara mengurangi produksi listrik tenaga surya global hingga 5,8 persen pada tahun 2023, atau setara dengan kehilangan energi sekitar 111 terawatt-hour (TWh).

Penelitian yang menganalisis lebih dari 140.000 pasangan panel surya berbasis data satelit tersebut juga menemukan bahwa sejak 2017-2023, potensi peningkatan produksi listrik surya sebesar 247 TWh per tahun justru berkurang sekitar 74 TWh akibat polusi udara.

Dr. Rui Song selaku penulis penelitian tersebut menyatakan, “Kita melihat pertumbuhan energi terbarukan yang sangat cepat di seluruh dunia, tetapi efektivitas dari peralihan energi tersebut ternyata lebih rendah daripada yang sering dikira.” Ia juga menambahkan bahwa polusi tidak hanya menghalangi sinar matahari, tetapi juga memengaruhi pembentukan awan sehingga menurunkan produksi listrik. Studi tersebut menyoroti kondisi paling parah terjadi di China, meski negara itu juga menjadi produsen energi surya terbesar dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *