Jejak Panjang Menjaga Satwa Liar, Dedikasi FOKSI Merawat Keanekaragaman Hayati Nusantara

Berita Lingkungan Environmental News Satwa Terkini

​Tony Sumampau, Founder Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (FOKSI) sekaligus tokoh kunci di balik pendirian Taman Safari. Foto : Marwan Aziz/Beritalingkungan.com.

BOGOR, BERITALINGKUNGAN.COM– Di tengah rimbunnya lanskap Taman Safari dan suara air sungai dari Gunung Pangarango, yang juga diramaikan suara jangkrik pohon yang bersahut-sahutan, deretan kursi terisi oleh para jurnalis yang tekun menyimak cerita panjang dari garis depan konservasi Indonesia.

Di atas podium,Tony Sumampau, Founder Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (FOKSI) sekaligus tokoh kunci di balik pendirian Taman Safari—membagi potongan-potongan kisah tentang komitmen panjang merawat alam Nusantara dalam gelaran Orientasi Wartawan Konservasi Satwa Liar (Owaka).

FOKSI adalah wadah kolaborasi bagi para ahli, peneliti, praktisi, dan jurnalis untuk mendukung pelestarian hewan liar, edukasi ekoliterasi, serta penyebaran informasi konservasi yang akurat di Indonesia.

​Langkah FOKSI bermula sejak tahun 1998. Setelah melewati dinamika awal menentukan bentuk wadah kelembagaan—antara perkumpulan atau yayasan—pilihan akhirnya jatuh pada format sebuah forum.

“Forum ini diniatkan sebagai ruang temu bagi para praktisi dan pencinta lingkungan untuk saling bertukar pengalaman, berdiskusi, dan menyatukan pemikiran demi masa depan konservasi alam serta satwa liar,”ujar Tony ketika berbicara di depan puluhan jurnalis di Rumah Villa Cafe Macan Tutul Taman Safari Bogor. (21/8/2026).

​Diprakarsai oleh jajaran tokoh seperti Hariyadi, Rudi Badil,  Tony Sumampau, Teguh Laksana, Asep, hingga Pak Andi, FOKSI terus bertumbuh dan menyerap daya regenerasi dari para aktivis muda. Dari ruang dialog, FOKSI mewujudkan gagasan menjadi aksi nyata di lapangan.

Anggotanya turun langsung menjelajah alam liar—mulai dari belantara Way Kambas hingga bentang alam Papua—guna memantau dari dekat dinamika populasi serta kondisi habitat asli satwa-satwa endemik Indonesia.

​Salah satu rekam jejak (success story) FOKSI ditunjukkan melalui pendirian Asosiasi Pelestari Curik Bali (APB). “Kehadiran APB menjadi jembatan penting dalam upaya penyelematan dan pelestarian satwa ikonik tersebut, khususnya ketika populasi Curik Bali di habitat aslinya, Taman Nasional Bali Barat, berada dalam kondisi kritis pada medio 2004 lalu,”ungkapnya.

​Ia berharap melalui keterlibatan para insan pers dalam gelaran Owaka, kisah-kisah perjuangan pelestarian satwa liar diharapkan terus terwartakan—menggugah kepedulian publik untuk bersama-sama menjaga denyut kehidupan keanekaragaman hayati Indonesia (Marwan Aziz).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *