Jakarta – Eropa kembali mencatat rekor gelombang panas dengan kombinasi suhu dan kelembapan tertinggi yang pernah tercatat pada Juni 2026. Kondisi yang terjadi pada Jumat (27/6/2026) itu meningkatkan risiko kesehatan bagi jutaan penduduk karena suhu ekstrem tidak hanya terjadi pada siang hari, tetapi juga bertahan hingga malam.
Berdasarkan analisis ilmuwan dari World Weather Attribution (WWA), hampir 45 persen dari 854 kota yang diteliti di Eropa telah memecahkan atau diperkirakan akan memecahkan rekor tingkat stres panas. Para peneliti menggunakan indikator Wet Bulb Globe Temperature (WBGT), yang menggabungkan suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, dan radiasi matahari untuk mengukur tingkat bahaya panas yang dirasakan tubuh manusia.
Gelombang panas ini memicu suhu di atas 40 derajat Celsius di sejumlah negara seperti Jerman, Republik Ceko, Polandia, Prancis, dan Italia. Selain memicu peningkatan risiko penyakit akibat panas, cuaca ekstrem juga mengganggu transportasi, menurunkan debit sungai, mempercepat pencairan gletser, hingga mengancam pasokan air dan sektor pertanian. Para ilmuwan menegaskan peristiwa seperti ini menjadi jauh lebih mungkin terjadi akibat perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia. (Bayu Nanda)

