Krisis Iklim dan Pemotongan Dana AS Perparah Wabah Malaria Zimbabwe

Perubahan Iklim Terkini

Jakarta – Pemotongan bantuan Amerika Serikat untuk program kesehatan di Zimbabwe memperburuk wabah malaria yang meningkat tajam sepanjang 2026. Kondisi tersebut membuat masyarakat di sejumlah wilayah kesulitan memperoleh obat-obatan hingga alat pencegahan seperti kelambu anti nyamuk.

Warga Burma Valley, Caroline Mawombedzi, mengatakan dirinya tidak mampu membeli kelambu meski putrinya yang berusia lima tahun baru saja didiagnosis malaria pada pertengahan Mei 2026. “Saya menganggur. Saya tidak mampu membeli kelambu. Kami sudah bertahun-tahun tidak tidur di bawah kelambu,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Petugas kesehatan wilayah Chishakwe, Virginia Chakandinakira, mengatakan alat tes malaria dan obat-obatan kini semakin langka setelah bantuan kesehatan dari AS berkurang. Berdasarkan laporan Program Pengendalian Malaria Nasional Zimbabwe, kasus malaria melonjak dari 36.000 kasus pada Januari-April 2025 menjadi 65.399 kasus pada periode yang sama tahun 2026.

Krisis iklim juga disebut memperparah penyebaran malaria di Zimbabwe. Kepala program kesehatan Save the Children Zimbabwe, Thomas Chuchu, mengatakan curah hujan tinggi sepanjang musim 2025-2026 menciptakan kondisi ideal bagi perkembangbiakan nyamuk, terutama di wilayah endemik malaria. “Dampak hujan lebat kemungkinan diperparah oleh melemahnya sistem pencegahan,” kata Chuchu. (Bayu Nanda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *