Peneliti AS Temukan Mikroba Penangkap Karbon

Riset Terkini

Jakarta – Ahli biologi Tanvi Govil bersama tim peneliti multidisiplin menemukan mikroba yang mampu “memakan” gas karbon dioksida (CO2) dan mengubahnya menjadi batuan dengan sangat cepat. Mikroba tersebut ditemukan di kedalaman 4.100 kaki di bawah tanah Sanford Underground Research Facility (SURF), laboratorium penelitian bawah tanah di South Dakota, Amerika Serikat.

Govil mengatakan mikroba itu berpotensi menjadi alternatif teknologi carbon capture and storage (CCS) untuk mengendalikan emisi pembangkit listrik tenaga batu bara. Para peneliti kini mengembangkan enzim dari mikroba tersebut agar dapat menangkap CO2 dari gas buang industri dan mengubahnya menjadi kalsium karbonat yang dapat dimanfaatkan untuk bahan beton serta kebutuhan industri lainnya.

“Mikroba yang kami temukan di SURF membantu membuktikan bahwa reaksi biokimia ini dapat digunakan untuk menghilangkan karbon dari emisi pembangkit listrik secara efisien,” ujar Govil, Jumat (29/5/2026).

Saat ini, Govil dan tim tengah menyiapkan alat penyaring CO2 berbasis enzim yang dapat dipasang di atas truk untuk diuji langsung di fasilitas industri. Teknologi tersebut ditargetkan mampu menangkap hampir satu ton CO2 per hari dan mulai diproduksi secara komersial pada 2027.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *