Jakarta – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Makassar menuai penolakan dari warga sekitar pada Kamis (21/5/2026) karena lokasi proyek dinilai terlalu dekat dengan permukiman. Warga yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (Geram PLTSa) khawatir aktivitas pembakaran sampah dapat berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.
Perwakilan Geram PLTSa, Akbar, menegaskan masyarakat tidak menolak proyek secara keseluruhan, melainkan menolak penempatan lokasinya yang berada dekat kawasan hunian. “Pemerintah seharusnya melihat kondisi masyarakat secara langsung sebelum mengambil keputusan,” ujar Akbar saat aksi di Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea.
Penasehat Senior Nexus3 Foundation Yuyun Ismawati menyebut aktivitas pembakaran sampah berisiko menimbulkan paparan senyawa berbahaya seperti dioxin dan partikulat PM2,5 yang dapat memicu gangguan pernapasan hingga penyakit kardiovaskular. Ia juga meminta studi kelayakan proyek dibuka ke publik sebelum pembangunan PLTSa dilanjutkan. (Bayu Nanda)

