![]() |
Longgena Ginting. Foto : voicejapan.org. |
“Dengan gembira Greenpeace Indonesia menyambut Longgena Ginting. Kami optimistis ia akan mampu memimpin Greenpeace Indonesia untuk meraih cita-cita ambisius dalam melindungi warisan alam Indonesia dari perusakan,” ujar Harry Surjadi, Greenpeace Indonesia board dalam rilis Greenpeace yang diterima Beritalingkungan.com.
Lahir di Sumatra Utara, Longgena mendedikasikan karirnya dalam memperjuangkan keadilan ekologis dan social di Indonesia. Ia memulai perjalanannya sebagai aktivis lingkungan di Kalimantan, bersama Plasma Foundation memperjuangkan hak-hak masyarakat adat atas tanah mereka. Ginting kemudian bergabung dengan Walhi sebagai juru kampanye hutan sebelum akhirnya menjadi Direktur Eksekutif.
Pada 2004 ia bergabung dengan Friends of the Earth International sebagai koordinator kampanye internasional, focus kepada institusi finansial global (IFL – International Financial Institution). Longgena juga pernah menjadi bagian di World Rainforest Movement (WRM) dan menjadi board di the Global Forest Coalition.
![]() |
Longgena Ginting ketika di FOEI. Foto : foei.org. |
“Belum terlambat untuk menyelamatkan lingkungan Indonesia yang unik dan berharga ini, tetapi untuk mewujudkannya butuh upaya semua pihak. Tidak hanya para aktivis lingkungan, tetapi juga pihak pemerintah dan para pemimpin dunia industri.”
“Untuk mewujudkan hal ini, Greenpeace akan bekerja sama dengan seluruh gerakan lingkungan dan sosial di Indonesia. Dengan dukungan seluruh masyarakat Indonesia, kami yakin akan mampu mewujudkan keadilan sosial dan ekologis di Indonesia,”tandasnya.
Greenpeace Indonesia merupakan kantor cabang dari Greenpeace Internasional Greenpeace, suatu organisasi lingkungan global yang didirikan di Vancouver, British Columbia, Kanada pada 1971. Greenpeace dikenal menggunakan aksi kreatifnya tanpa kekerasan konfrontasi damai dalam melakukan kampanye untuk menghentikan pengujian nuklir angkasa dan bawah tanah, begitu juga dengan kampanye menghentikan penangkapan ikan paus besar-besaran.
Seperti dilansir Wikipedia, pada tahun-tahun berikutanya, organisasi pembela lingkungan terbesar di dunia ini mengarah ke isu lingkungan lainnya, seperti penggunaan pukat ikan, pemanasan global, dan rekayasa genetika.
Greenpeace mempunyai kantor regional dan nasional pada 41 negara-negara di seluruh dunia, yang semuanya berhubungan dengan pusat Greenpeace Internasional di Amsterdam. Organisasi global ini menerima pendanaan melalui kontribusi langsung dari individu yang diperkirakan mencapai 2,8 juta para pendukung keuangan, dan juga dari dana dari yayasan amal, tetapi tidak menerima pendanaan dari pemerintah atau korporasi.
Greenpeace hadir di Indonesia pada 2005. Berdasarkan hukum yang berlaku diIndonesia, Greenpeace Indonesia sudah terdaftar resmi di DepartemenKehakiman dan HAM sebagai perkumpulan Greenpeace dengan pendiri enam pendiriberdasarkan akte pendiriannya.
Greenpeace Indonesia memfokuskan kampanyenya pada beberapa persoalan yakni persoalan kehutanan, energi dan air. Kampanye kehutanan terutama hutan gambut terkait dengan perubahan iklim. (Marwan Azis).