Jakarta – Transisi menuju energi bersih dinilai tidak hanya bergantung pada pembangunan teknologi dan infrastruktur, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia sejak usia sekolah. Karena itu, PLN Enjiniring mulai memperluas edukasi energi hijau kepada pelajar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang digelar di SMK Negeri 5 Jakarta pada Rabu (27/5/2026).
Program edukasi tersebut dilaksanakan oleh Srikandi PLN Enjiniring untuk meningkatkan literasi energi bersih di kalangan generasi muda. Materi yang diberikan mencakup konversi kendaraan listrik, konsep waste to energy, hingga pengenalan pembangkit energi baru terbarukan seperti PLTS, PLTA, dan PLTB.
Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, mengatakan edukasi menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan transisi energi nasional. “Transisi energi tidak hanya membutuhkan kesiapan teknologi dan infrastruktur, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang memahami pentingnya energi bersih dan keberlanjutan,” ujar Chairani.
PLN Enjiniring menilai sektor energi terbarukan akan membuka peluang kerja baru yang terus berkembang seiring perubahan kebutuhan industri. Perusahaan berharap program tersebut dapat meningkatkan pemahaman pelajar terhadap energi hijau sekaligus mendorong terbentuknya generasi muda yang siap menghadapi era transformasi energi berkelanjutan.

