Krisis Iklim Memperburuk Kehidupan Masyarakat Pesisir, WALHI Dorong Generasi Muda Beraksi

Berita Lingkungan News Perubahan Iklim Terkini Uncategorized

Parid, Manajer Kampanye Pesisir, Laut, dan Pulau Kecil WALHI mengajak generasi muda menempuh gugatan iklim demi mewujudkan keadilan iklim bagi generasi yang akan datang. 

JAKARTA, BERITALINGKUNGAN.COM – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menggelar orasi penting di Student Centre Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan, Banten, untuk mengajak generasi muda Indonesia bergabung dalam upaya menanggulangi krisis iklim yang semakin memburuk.

Acara ini, yang diadakan pada 10 Juni 2024 dengan kerjasama UKM Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan Kembara Insani Ibnu Battuta (KMPLHK RANITA) serta Disaster Manajemen Centre Dompet Dhuafa, menjadi momentum krusial bagi pemuda-pemudi Indonesia.

Parid, Manajer Kampanye Pesisir, Laut, dan Pulau Kecil dari WALHI, dalam orasinya menyoroti dampak yang telah dirasakan masyarakat pesisir Indonesia akibat krisis iklim global. “Krisis ini bukan sekadar statistik. Di Indonesia, kita sudah menyaksikan dampaknya secara langsung: nelayan yang meninggal di tengah laut, desa-desa pesisir yang dilanda banjir rob, dan puluhan pulau kecil yang tenggelam, mengancam sumber daya air dan pangan,” ungkap Parid di hadapan ratusan mahasiswa UIN.

Lebih lanjut, Parid menegaskan pentingnya mengambil tindakan hukum terhadap negara dan korporasi besar yang bertanggung jawab atas krisis ini. “Generasi muda memiliki hak untuk menuntut pertanggungjawaban atas kebijakan yang merugikan masa depan kita. Melalui gugatan iklim, kita bisa mewujudkan keadilan bagi generasi yang akan datang,” tambahnya dengan penuh semangat.

Sophie Backsen, remaja dari Pulau Pellworm, Jerman, menjadi inspirasi bagi Parid dalam menggalang semangat generasi muda Indonesia untuk menempuh gugatan iklim. Sophie berhasil mempengaruhi kebijakan negara dengan mengajukan gugatan iklim kepada Mahkamah Konstitusi Jerman, menuntut penurunan emisi hingga nol persen pada tahun 2050.

“Kita bisa melakukan hal serupa di Indonesia. Contohnya adalah gugatan iklim yang sedang berlangsung di Pulau Pari melawan Holcim, perusahaan semen terbesar di dunia,” papar Parid dengan keyakinan.

Di akhir orasinya, Parid mengajak seluruh generasi muda Indonesia untuk bersatu dalam mendukung gugatan iklim sebagai langkah konkret menuju Indonesia 2045 yang lebih berkelanjutan dan aman dari krisis iklim.

“WALHI siap mendampingi langkah-langkah kalian dalam memperjuangkan keadilan iklim. Mari bersama-sama kita jaga masa depan bumi dan generasi kita,” pungkasnya dengan harapan besar (Marwan Aziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *