Tinjau Lokasi Terdampak Banjir Lahar di Agam, Presiden Jokowi : Rumah di jalur berbahaya perlu direlokasi

Bencana Berita Lingkungan News Terkini

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers setelah meninjau lokasi terdampak galodo dan pos lapangan di Kabupaten Agam pada Selasa (21/5).

AGAM, BERITALINGKUNGAN.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, S. Sos., M.M., mendampingi Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, dalam kunjungan kerja meninjau lokasi terdampak banjir lahar hujan atau galodo di Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Selasa (21/5).

Kunjungan kerja Presiden dimulai dengan peninjauan di Nagari Bukit Batabuah, salah satu daerah yang terdampak parah oleh banjir lahar hujan Gunungapi Marapi yang terjadi pada Sabtu (11/5).

Di lokasi ini, Presiden Jokowi bersama rombongan menyaksikan langsung kerusakan rumah warga akibat banjir. Selain itu, Presiden juga meninjau salah satu sungai dengan hulu di Gunungapi Marapi dan melihat proses pembersihan material yang terbawa banjir lahar dingin.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam hingga Senin (20/5) mencatat sembilan orang meninggal dunia, 23 rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, dan 23 rumah rusak ringan di Nagari Bukit Batabuah.

Setelahnya, Presiden menuju lokasi pengungsian di Lapangan Batu Taba, tidak jauh dari lokasi pertama. Di sini, Presiden berdialog dengan masyarakat terdampak dan memberikan sejumlah bantuan, termasuk bantuan simbolis untuk perbaikan rumah yang rusak.

Penanganan Bencana Berjalan Baik

Presiden Jokowi menyatakan bahwa penanganan bencana galodo di Agam dan Tanah Datar berjalan dengan baik. “Saya lihat penanganan bencana di Agam maupun Tanah Datar ini sudah baik. Dimulai dari proses evakuasi korban, penanganan pengungsi, hingga pembangunan jalan dan jembatan darurat, semua sudah dilakukan. Masih ada satu atau dua yang masih dalam proses, kita kejar agar semuanya kembali normal,” ucap Jokowi.

Bagi warga yang terdampak parah dan berada di kawasan berbahaya, akan direlokasi ke tempat yang lebih aman. “Rumah yang rusak berat dan berada di jalur berbahaya tidak boleh dibangun kembali di tempat itu. Sangat berbahaya, sehingga perlu relokasi. Lahannya sudah disiapkan dan ditentukan bupati,” ujar Presiden.

Untuk mencegah kejadian serupa dan mengurangi dampak yang mungkin timbul, Presiden menginstruksikan pembangunan sabo dam di sekitar Gunungapi Marapi. “Dibutuhkan 56 sabo dam, saat ini baru ada dua. Saya perintahkan agar tahun ini pengerjaan sabo dam harus dimulai, terutama di tempat-tempat yang sangat penting,” tutur Presiden.

Dalam kunjungan ini turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Kepala Basarnas, Gubernur Sumatera Barat, Bupati Agam, perwakilan Kementerian PUPR, perwakilan Kementerian Sosial, serta perwakilan dari kementerian dan lembaga lainnya (Marwan Aziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *