Panda Raksasa Tertua di Jepang, Tan Tan, Berpulang pada Usia 28 Tahun

Berita Lingkungan News Satwa Terkini

Tan Tan sempat direncanakan kembali ke Tiongkok tahun 2020. Foto : Kobe City/Jiji via The Japan Times.

TOKYO, BERITALINGKUNGAN.COM – Kebun Binatang Oji di Kota Kobe, Jepang, mengumumkan kepergian Tan Tan, panda raksasa betina yang menjadi simbol pemulihan pasca Gempa Besar Hanshin 1995, pada Minggu, 31 Maret 2024.

Berusia 28 tahun, setara dengan usia lanjut manusia di kisaran 80-an tahun, Tan Tan dikabarkan meninggal akibat komplikasi penyakit jantung yang dideritanya sejak Maret 2021.

Penemuan Tan Tan dalam kondisi henti jantung paru sekitar pukul 22.00 waktu setempat oleh seorang penjaga kebun binatang langsung diikuti upaya resusitasi oleh tim medis. Namun, segala upaya tersebut tidak berhasil, dan panda tercinta itu dinyatakan meninggal pada pukul 23.56 waktu setempat.

Tan Tan, yang telah menghabiskan 24 tahun hidupnya di Jepang, awalnya datang dari China pada tahun 2000 dengan kontrak sewa selama sepuluh tahun. Kontrak itu kemudian diperpanjang dua kali selama lima tahun setelah kedua negara mencapai kesepakatan.

Rencana kepulangan Tan Tan ke China pada Juli 2020 terpaksa ditunda karena pandemi COVID-19, dan kemudian penundaan bertambah lama menyusul diagnosis penyakit jantung pada tahun 2021. Sejak diagnosis tersebut, kebun binatang memutuskan untuk tidak menampilkan Tan Tan ke publik demi kesejahteraannya.

Menurut Yujiro Kako, direktur Kebun Binatang Oji Kobe, selama hampir dua dekade, Tan Tan tidak hanya menjadi ikon kebun binatang, tetapi juga memberikan keberanian dan kebahagiaan kepada masyarakat setempat dan anak-anak, terutama di masa-masa sulit pasca-gempa.

“Pengaruh Tan Tan terhadap kami dan pengunjung sangat besar. Dia telah memberikan kegembiraan dan pembelajaran tentang kehidupan, serta menjadi simbol ketahanan dan harapan,” ujar Kako dalam konferensi pers seperti dikutip Beritalingkungan.com dari Xinhua (03/04/2024).

“Kami ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua yang telah mendukung dan menyayangi Tan Tan selama bertahun-tahun. Kehilangan ini sangat dirasakan oleh kami semua di kebun binatang serta penggemar panda di seluruh dunia.”tambahnya.

Kepergian Tan Tan menandai akhir dari bab penting dalam upaya konservasi dan pendidikan tentang panda raksasa di Jepang. Kebun Binatang Oji Kobe berkomitmen untuk terus mengedukasi publik tentang pentingnya pelestarian satwa liar dan habitatnya sebagai penghormatan terhadap warisan yang ditinggalkan Tan Tan (Xinhua/Ant/BL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *