Proses Pembentukan Gunung Everest, Inilah Kisah Batuan Tertinggi di Dunia

Berita Lingkungan Jelajah News Terkini

Ilustrasi bangaimana gunung terbentuk?(Dok. Pixabay/Simon)

Gunung Everest, titik tertinggi di dunia, bukan hanya sebuah puncak megah yang memukau mata, tetapi juga menyimpan kisah panjang tentang proses geologis yang menakjubkan.

Para ahli geologi telah membongkar rahasia pembentukan gunung ini, dan hasilnya mengungkapkan kompleksitas yang menakjubkan dari struktur dan komposisi batuan yang menyusunnya.

Formasi Batuan yang Menyusun Everest

Bebatuan yang membentuk Gunung Everest terdiri dari tiga unit utama yang disebut formasi. Setiap formasi ini dipisahkan oleh patahan sudut rendah yang disebut detasemen, yang memisahkan mereka satu sama lain dan mendorong mereka ke arah selatan. Dari puncak Everest hingga dasarnya, formasi-formasi ini adalah Formasi Qomolangma, Formasi Kolom Utara, dan Formasi Rongbuk.

Formasi Qomolangma, Batuan di Puncak

Formasi Qomolangma, juga dikenal sebagai Formasi Jolmo Lungama, membentang dari puncak Everest hingga puncak Jalur Kuning dengan ketinggian sekitar 8.600 meter di atas permukaan laut.

Terdiri dari laminasi paralel dan berlapis, batugamping Ordovisium ini mengungkapkan kekayaan fosil mikroskopis seperti krinoid dan trilobit. Lapisan trombolit putih yang tebal dan tahan terhadap cuaca, yang merupakan dasar dari puncak Everest, terdiri dari sedimen yang terperangkap, diikat, dan disemen oleh biofilm mikro-organisme.

Formasi Kolom Utara, Pusat dari Everest

Sebagian besar bagian Everest pada ketinggian antara 7.000 dan 8.600 meter terdiri dari Formasi Kolom Utara. Formasi ini ditandai dengan Pita Kuning, yang terdiri dari lapisan-lapisan marmer dan batuan filit.

Lapisan interkalasi Tengah Kambrium bantalan marmer diopside-epidot ini mengungkapkan fosil-fosil yang direkristalisasi, menambahkan lapisan keindahan dan sejarah di dalamnya.

Proses Geologis yang Membentuk Everest

Pembentukan Gunung Everest melibatkan serangkaian proses geologis kompleks selama jutaan tahun. Tektonik lempeng, tekanan tektonik, erosi, dan pengendapan merupakan faktor-faktor utama yang membentuk kontur dan komposisi gunung ini. Proses ini adalah cerminan dari kekuatan alam yang luar biasa dan evolusi bumi yang terus-menerus.

Pengakuan Internasional

Sebagai penghargaan atas keunikan geologisnya, “Batu Ordovisium Gunung Everest” telah diakui oleh Persatuan Ilmu Geologi Internasional (IUGS) sebagai salah satu dari 100 “situs warisan geologis” di dunia. Pengakuan ini menegaskan peran Everest dalam memahami sejarah geologi Bumi dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi ilmu pengetahuan geologi secara internasional.

Gunung Everest bukan hanya sebuah puncak fisik yang megah, tetapi juga bukti kebesaran proses geologis alam. Dari fosil-fosil purba hingga formasi batuan yang kompleks, Everest menawarkan pandangan yang luar biasa tentang evolusi bumi.

Pengakuan internasional atas keunikan geologisnya menegaskan peran pentingnya dalam studi geologi global dan apresiasi terhadap keajaiban alam yang tak terlupakan***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *