Menyalami Flora dan Fauna Gunung Everest, Kehidupan di Ketinggian Tertinggi di Dunia

Berita Lingkungan News Satwa Terkini

Yak, inilah salah satu hewan kuat yang dikenal dengan bulu tebal dan paru-paru besar, sering digunakan untuk mengangkut perlengkapan pendaki Gunung Everest.

NEPAL, BERITALINGKUNGAN.COM– Gunung Everest, puncak tertinggi di dunia, bukan hanya tempat yang menantang bagi para pendaki, tetapi juga rumah bagi flora dan fauna yang unik dan menarik.

Meskipun kondisi ekstrim di ketinggian yang ekstrem, kehidupan masih berkembang di lereng dan puncak gunung yang megah ini. Mari kita telusuri keajaiban flora dan fauna Gunung Everest yang mengagumkan.

Flora Gunung Everest

Meskipun sangat sedikit, flora di Gunung Everest masih menawarkan keberagaman yang menarik. Lumut dapat ditemukan tumbuh hingga ketinggian 6.480 meter, menjadikannya salah satu spesies tanaman dengan ketinggian tertinggi di dunia.

Tanaman alpine cushion yang disebut Arenaria diketahui tumbuh di bawah ketinggian 5.500 meter di wilayah tersebut. Menurut studi berdasarkan data satelit dari tahun 1993 hingga 2018 seperti dikutip dari Wikipedia, vegetasi meluas di kawasan Everest. Para peneliti telah menemukan tanaman di area yang sebelumnya dianggap gundul. Kehadiran tanaman alpine seperti Arenaria juga tumbuh di lereng gunung ini, menambah warna dan keindahan di antara batu-batu yang kasar.

Fauna Gunung Everest: Hidup di Ketinggian Ekstrem

Kehidupan fauna di Gunung Everest juga menampilkan adaptasi yang luar biasa terhadap lingkungan yang keras. Laba-laba peloncat hitam kecil, Euophrys omnisuperstes, bahkan ditemukan hidup pada ketinggian 6.700 meter, mungkin menjadikannya hewan non-terkonfirmasi tertinggi di dunia.

Gunung Everest dengan salju yang mencair, memperlihatkan lapisan-lapisan geologi atas dalam bentuk segitiga.

Laba-laba itu bersembunyi di celah-celah dan mungkin memakan serangga beku yang tertiup angin ke sana, besar kemungkinan adanya kehidupan mikroskopis di ketinggian yang lebih tinggi.

Burung seperti bar-headed goose dan chough terbang di langit-langit gunung, menambah keindahan lanskap dengan sayap mereka, sementara yang lain, seperti chough terlihat terbang setinggi Kol Selatan di ketinggian 7.920 meter.

Yak, Si Hewan Pengangkut

Yak, hewan kuat yang dikenal dengan bulu tebal dan paru-paru besar, sering digunakan untuk mengangkut perlengkapan pendaki Gunung Everest.

Kemampuan mereka untuk mengangkut beban hingga 100 kg membuat mereka mitra yang berharga dalam perjalanan mendaki yang menuntut. Hewan ini memiliki bulu yang tebal dan paru-paru yang besar.

Kehadiran Hewan Liar Lainnya

Di antara puncak-puncak gunung, berbagai hewan liar lainnya juga ditemukan. Tahr Himalaya, saudara kambing liar, terkadang menjadi mangsa bagi macan tutul salju yang mengintai.

Kemudian ada juga Beruang hitam Himalaya, panda merah, dan spesies lainnya menambah warna dan keberagaman kehidupan di wilayah ini.

Penemuan Baru

Ekspedisi dan penelitian di Gunung Everest terus mengungkap kehidupan baru yang mengejutkan. Dari seekor pika hingga sepuluh spesies semut baru, setiap penemuan baru memperkaya pemahaman kita tentang kehidupan di ketinggian yang ekstrem ini.

Kehidupan yang Beradaptasi di Antara Awan

Gunung Everest bukan hanya tempat untuk mencapai ketinggian yang spektakuler, tetapi juga rumah bagi kehidupan yang menakjubkan dan menantang. Flora dan fauna yang hidup di lereng dan puncak gunung tertinggi di dunia ini menampilkan adaptasi yang luar biasa dan menginspirasi kekaguman terhadap keajaiban alam yang tak terbatas (Wan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *