:: Indeks Kolom ::
Oleh : Daniel Mangoting *
Bencana tanah longsor kembali terjadi pada Jumat dinihari pada tanggal 10 Juli 2009 di kampung Cijeruk RW 4 RT 1, desa Palasari, kecamatan Cijeruk, kabupaten Bogor. Korban meninggal 5 orang, 1 orang luka parah dan 3 rumah rusak berat tertimpa longsoran tanah. Nah pembelajaran apa yang dapat kita ambil dari kasus ini?
Oleh; Sus Yanti Kamil*
Pada pertengahan tahun 2009, Tambang emas Bombana di temukan, sejak itu kabupaten yang baru mekar pada tahun 2003 silam ini, di penuhi ribuan penambang yang datang tidak hanya dari pulau Sulawesi namun juga di luar pulau Sulawesi, seperti Jawa, Kalimantan, dan Papua.
Oleh : Firdaus Cahyadi *
“Lanjutkan! Lanjutkan!,” teriak para pendukung Calon Presiden (Capres) Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) seperti yang ditayangkan beberapa stasiun televisi pada Rabu (8/7). Setalah itu, sang Capres SBY menyampaikan pidato terkait dengan hasil perhitungan cepat berbagai lembaga survey yang menempatkannya sebagai pemenang dalam pemilihan presiden (pilpres) 2009 ini.
Oleh: Amar Ma’ruf *)
Beberapa waktu lalu, Saya menerima surat elektronik dari seorang kawan. Isinya tentang tulisan berjudul “Surat dari Tahun 2070” yang termuat dalam majalah Cronica de los Tiempos edisi April 2002.“Aku hidup di tahun 2070. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun. Aku mengalami benyak masalah kesehatan, terutama ginjal sebab aku minum sangat sedikit air putih".
Areal Pertambangan PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika Papua, foto : Istimewa.
papua Oleh : Dominggus A Mampioper
Tanah Papua yang terbentang dari Sorong hingga Samarai menyimpan potensi sumber daya alam (SDA) khusus tambang menarik minat investor. Sayangnya warga lokal yang merupakan pemilik sah sumber daya alam tersebut hanya penonton. Tak heran pengelolaan tambang di Papua diwarnai konflik.
Oleh : Erwan *
Penggunaan energi alternatif terbarui perlu dilakukan di Indonesia. Pembangkit listrik di Indonesia kebanyakan menggunakan bahan bakar fosil, minyak bumi, batu bara dan gas alam. Ketiganya mengeluarkan CO2. Jadi semakin kita boros menggunakan listrik, semakin banyak CO2 yang dikeluarkan.
Oleh : Hendri Teja*
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Q.S Ar Rumm : 41)




